Focus Group Discussion (FGD) Strategi Percepatan Konektivitas Broadband di Indonesia

Untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi digital, salah satu prioritas kebijakan di Indonesia adalah memastikan konektivitas internet yang cepat, stabil, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat Indonesia. Hingga akhir tahun 2018, penetrasi mobile broadband (3G dan 4G) masih di kisaran 30 persen dari penduduk, sementara untuk fixed broadband masih di bawah 5 persen. Investasi di sektor telekomunikasi dan internet, baik untuk backbone (transmisi dan first and middle mile) serta akses (last mile) saat ini masih bertumpu pada sektor swasta.

Pemerintah memiliki peran untuk memfasilitasi penyelenggaraan jaringan backbone ke seluruh daerah di Indonesia, termasuk yang secara komersial tidak viable. Terkait dengan akses terhadap fixed broadband, terdapat kebutuhan riil untuk mendukung transaksi-transaksi berbasis data, khususnya untuk sektor usaha, pemerintah, pendidikan, dan kesehatan.Dari 182 negara yang disurvei oleh International Telecommunications Union (ITU), Indonesia menempati peringkat ke 133 dengan harga fixed broadband sekitar 9,51 persen dari pendapatan per kapita, dengan kualitas kecepatan 0.25 Mbps yang lebih rendah. Faktor rendahnya kualitas kecepatan dan kualitas jaringan broadband disebabkan oleh berbagai kondisi yang sulit untuk dijawab.

Berita Terbaru

Berita terbaru dari Wantiknas