Focus Group Discussion (FGD) Arah Strategis Transformasi Digital di Indonesia

Dalam hal adopsi ekonomi digital, Indonesia menempati peringkat pertama sebagai negara yang memiliki pertumbuhan tercepat dengan indeks skor 99% . Namun, di saat yang bersamaan beberapa permasalahan strategis TIK masih saja terus membayangi seperti supply and demand talenta digital dalam negeri yang jauh tidak seimbang. Bahkan, Indonesia diproyeksi kekurangan talenta digital sebesar 600.000 per tahun. Proyeksi tersebut berlandaskan dari data McKinsey yang menyebutkan bahwa Indonesia mengalami kekurangan atau 'gap' 9 juta talenta digital hingga tahun 2030. Di samping kekurangan masalah kuantitas, talenta digital lulusan perguruan tinggi pun dirasakan banyak yang belum siap masuk dunia kerja.

Era digital menyebabkan produksi data meningkat secara drastis dan tidak terbendung dalam beberapa tahun terakhir yang menuntut setiap organisasi di sektor pemerintah dan industry harus bergerak cepat. Setiap kebijakan yang dikeluarkan harus melalui analisis data dari berbagai sumber, agar menghasilkan kebijakan yang tepat dan akurat serta dapat diperoleh perspektif ilmiah terhadap pendekatan penyelesaian masalah. Namun, permasalahan infrastruktur TIK yang belum merata serta lemahnya koordinasi antar pemangku kepentingan baik di tingkat pusat maupun daerah menyebabkan akselerasi transformasi digital nasional menjadi terhambat dan seakan berjalan di tempat.

Berita Terbaru

Berita terbaru dari Wantiknas