Dorong Percepatan Infrastruktur Telekomunikasi Wantiknas Gelar Rapat dengan Telkom Group

Jakarta – Upaya bersama untuk mempercepat infrastruktur telekomunikasi di masa pandemi ini terus dilakukan. Dalam rangka percepatan transformasi digital dan melihat potensi pertumbuhan digital di Indonesia Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (Wantiknas) gelar rapat “Percepatan Infrastuktur Telekomunikasi dan Potensi Petumbuhan Digital di Indonesia" bersama Telkom Group pada Kamis, (04/06) secara virtual. 

“Diskusi ini untuk menyampaikan realitas di lapangan dalam kondisi yang cukup sulit karena tidak tersedianya infrastruktur TIK dan bagaimana skenario yang baik meggunakan APBN agar tepat sasaran dan terbangun infrastruktur dengan baik” kata Sekretaris Tim Pelaksana Wantiknas Ismail saat membuka acara.

Ia pun beberkan kendala saat ini ialah kebijakan pemerintah terkait infrastruktur telekomunikasi hanya mengacu pada Undang-undang No.36 Tahun 99, yang mana mensyaratkan bahwa pembangunan infrastruktur dilakukan oleh pelaku usaha bukan pemerintah. Artinya pendekatan pembangunan yang dipakai melalui pendekatan corporasi. Sehingga masih ada beberapa daerah yang belum tersentuh konektivitas jaringan telekomunikasi. “Bahkan di Jawapun yang tidak digolongkan 3T masih banyak yang belum mendapatkan konektivitas, ini daerah tertinggal oleh para pelaku usaha,” tambahnya.

Kendati demikian, Ismail menegaskan dengan kondisi saat ini, pemerintah harus melakukan sesuatu. Seperti yang diketahui pembangunan infrastruktur sudah dilakukan melalui dana USO atau BAKTI, namun hasilnya belum sepenuhnya tercapa karena sudah dijaminkan untuk membangun KPBU palapa ring, kemudian membangun satelis satria. “Cashflow BAKTI ini sudah sangat dalam kondisi terbatas, karena sudah memberikan komitmen rencana jangka panjang yang harus dibayar setiap tahun,” tegasnya.

Dalam rapat yang dihadiri oleh sejumlah operator yang tergabung dalam Telkom Group yaitu PT. Telkom Akses, MITRATEL, PT. Telkom Satelit Indonesia, dan PT. Telkom yang terdiri dari Regional 1, Sumatera., Regional 2 Jabodetabek, Regional 3, Jawa Barat, Regional 4, Jawa Tengah dan DIY, Regional 5, Jawa Timur, Regional 6, Kalimantan, Regional 7 Kawasan Timur ini juga mengungkapkan beberapa capaian dan tantangan yang dihadapi oleh masing-masing regional.

Wilayah Jabodetabek bukan menjadi isu untuk penyiapan infrastrukr, namun yang masih menjadi tantangan di daerah Banten. Kemudian Pengelolaan Jawa Timur sampai Pulau Rote sudah tersambung akses baik untuk internet, Indonesia Timur sendiri yang sudah terlayani fixed broadband sekitar 88%, 513 kota kabupten sudah bisa mengakses 4G,

Ismail mengusulkan agar adanya tindak lanjut terkait pemanfaatan APBN untuk percepatan  pembangunan infrastruktur, karena yang menjadi isu ialah belum memiliki data valid bagaimana menghitung angka dan strategi mendapatkan pemetaan data aggregate national yang nyata.

“Leadnya ada di tim sekretariat Wantiknas, dibantu Kominfo dan BAKTI lalu mulai membangun mapping dari fixed dan mobile yang ada di Telkom Group. Kemudian roadshow ke operator-operator lainnya,” tutup Ismail.

Rate this article:

https://github.com/igoshev/laravel-captcha

Recent Post

Latest News from Wantiknas