Wantiknas Susun Langkah Konkret Penguatan SDM TIK Nasional

Jakarta – Sejak diluncurkannya salah satu tonggak standarisasi SDM di Indonesia yaitu Peta Okupasi Nasional bidang Komunikasi dan Telekomunikasi pada beberapa bulan lalu oleh Kemenkominfo, menandakan bahwa SDM TIK di Indonesia memiliki peta formasi pekerjaan, khususnya bidang TIK. Daftar pekerjaan tersebut memiliki standar acuan kompetensi seperti meliputi SKKNI dan KKNI.


Kendati beberapa standar sudah ada, Indonesia juga memiliki tantangan SDM TIK Nasional. Tantangan bukan sekedar pada kebutuhan kuantitas ataupun kualitas saja kata Anggota Tim Pelaksana Dewan TIK Nasional (Wantiknas), Zainal A. Hasibuan. “Ini adalah tantangan dunia pendidikan SDM TIK kita saat ini, banyak lulusan masih merasa perlu mengikuti pelatihan tambahan segera setelah lulus. Di samping itu, SDM TIK lebih banyak memberikan nasihat ketimbang solusi. Lain lagi dengan seorang profesi dan selebiriti yang tiba-tiba beralih status dari ahli TIK menjadi selebriti TIK,” ujar pria yang akrab disapa Prof. Ucok itu dalam acara FGD Perumusan Rekomendasi Penguatan Kompetensi SDM di Era Digital pada (04/12).


Dirinya juga menjelaskan bahwa rekomendasi penguatan SDM saja tidak cukup, dibutuhkn tindak lanjut yang realistis. “Rekomendasi memang penting, tapi action plan lebih utama dalam penguatan SDM ini. Action plan ini yang perlu dimatangkan dan harus ada yang mendukung, siapa yang dapat membackup ke depan. Misalnya action plan dengan petakan ada berapa ribu sertifikasi komputer operator,” jelasnya.


Lebih lanjut, Prof. Ucok menuturkan bahwa yang menjadi rujukannya adalah Peta Okupasi yang sudah berevolusi pada 4.0. “Mari kita pertajam rasional, bahwa saat ini sudah masuk ke era 4.0. Harus diselaraskan dengan era yang sedang kita hadapi saat ini,” ucapnya.


Dalam acara tersebut, Prof. Ucok juga merekomendasikan tindak lanjut penguatan SDM Nasional dengan langkah konkret. “Perjelas dengan kebutuhan kebijakan dan anggaran untuk implementasinya, kemudian kita buat tim kecil yang memiliki power untuk merumuskan kebijakan SDM. Dan rumusan itu harus sampai ke RI-1,” tutup Prof. Ucok.

Rate this article:

https://github.com/igoshev/laravel-captcha

Recent Post

Latest News from Wantiknas