Perkuat Digitalisasi, Wantiknas Lakukan Audiensi dengan Direktur Digital Busnisess Telkom

Jakarta – Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (Wantiknas) lakukan audiensi dengan Direktur Digital Business PT. Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom), Muhammad Fajrin Rasyid, dalam rangka koordinasi dengan direktur baru Telkom untuk penguatan digital di Indonesia,  Rabu (08/07) secara virtual. Dalam audiensi tersebut hadir pula Tim Pelaksana Wantiknas, di antaranya Garuda Sugardo, M. Andy Zaky, Mira Tayyiba, Hari Sungkari, dan beberapa Dewan TIK Daerah lain seperti Ketua Wantikda Kabupaten Tegal, Sabilillah Ardie dan Ketua Wantikda Kota Batam, Donal Pangihutan.

Dalam pembukaanya, Anggota Tim Pelaksana Wantiknas, Garuda Sugardo memaparkan bagaimana Wantiknas dibentuk, tugas pokok, hingga pandemi Covid-19 menyebabkan budaya baru yaitu budaya digital. “Pandemi Covid-19 memaksa untuk beraktivitas secara digital. Suasana sepeti ini, work from home, study from home, ibadah, kemudian transformasi digital yang dari dulu kita dengung-dengungkan tibas-tiba sekarang sudah membudaya, sebuah budaya digital culture,” paparnya.

Sementara itu, dalam rapat audiensi tersebut membahas berbagai masukan terkait digital di Indonesia yaitu terkait peningkatan digitalisasi, satu data dan kedualatan data. Hal tersebut disampaikan oleh Anggota Tim Pelaksana Wantiknas, Hari Sungkari.

“Saya kira terdapat tiga hal yang ingin disampaikan antara lain digitalisasi, Kemkominfo sudah membangun infrastruktur, kemudian yang lebih penting pelaku UMKM siap goes digital. Kedua, data, industri paling berdampak saat pandemi adalah pariwisata. Ketiga, kedualatan data, e-commerce sudah ada yang bilang mencapai 130M yang paling penting lagi setelah penjualan itu ialah profil dan traffic harus dimiliki dan dipikirkan bersama,” tutur Hari.

Senada dengan Hari, Wakil Sekretaris 2, Mira Tayyiba menegaskan bahwa keamanan data menjadi sesuatu hal urgen di era digitalisasi. "Mengenai data, keamanan data, kita dalam beberapa minggu saja sudah dengar mulai dari unicorn kemudian dijual walaupun paswordnya masih terlindungi tapi pada kenyataanya masih ada. Bukan hanya kedaulatan data tetapi juga keamanan data. Kita tidak bisa maju kalau keamanan data kita tidak terjamin,” tegasnya. 

Menanggapi pembahasan tersebut, Direktur Digital Business PT. Telkom, Muhammad Fajrin Rasyid menanggapi bahwa saat ini terkait data menjadi salah satu fokus Telkom dan sudah memiliki konsep, sehingga big data yang sudah diimplementasikan lebih baik.

“Terkait soal data, terus terang ini menjadi salah satu yang ditargetkan, kami sudah menyiapkan konsep dari pengembangan yang sudah ada. Jadi big data itu sudah diimplementasikan sejak tahun lalu dan bisa menjadi harapan lebih kencang lagi ke depannya, sehingga platform ini akan digunakan sebagai basis nasional,” pungkasnya.

Fajrin juga mengungkapkan bahwa pihaknya secara terbuka untuk berkolaborasi hingga mendapatkan masukan dari Wantiknas. “Sangat welcome untuk berkolaborasi dan kerja sama di berbagai bidang  dan tentu saja kami membutuhkan masukan dari Wantiknas,” ungkapnya. 

Beri rating artikel ini:

https://github.com/igoshev/laravel-captcha

Berita Terbaru

Berita terbaru dari Wantiknas