Wantiknas dan Asosiasi Bahas Isu Strategis TIK Di Tengah Pandemi

Jakarta – Pada masa pandemi, infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK) memang menjadi salah satu tulang punggung masyarakat dalam melakukan aktivitas seperti bekerja, belajar, berbelanja dan lainnya. Oleh karena itu, Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (Wantiknas) gelar rapat koordinasi dengan beberapa asosiasi seperti Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Asosaisi Masyarakat Telematika Indonesia (MASTEL), Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI), Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL), dan Asosiasi Cloud Computing Indonesia (ACCI), Kamis (14/04).

Dalam sambutannya, Anggota Tim Pelaksana Wantiknas, Garuda Sugardo menjelaskan tujuan rapat koordinasi tersebut merupakan salah satu dari tugas dan fungsi Wantiknas mengenai penggunaan teknologi informasi dan komunikasi saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan pasca PSBB.

“Kami mengundang teman-teman asosiasi supaya berbicara soal IT di kondisi dan pasca PSBB dan Covid-19. Oleh karena itu, Wantiknas berinisiatif mengajak teman-teman asosiasi untuk merumuskan kebijakan umum dan arahan strategis secara bersama-sama sesuai dengan tupoksi Wantiknas Keppres Nomor 1 Tahun 2014,” jelasnya.

Menurutnya, broadband plan adalah jawaban pada masa PSBB yang harus bermanfaat, terjangkau, dan memberdayakan. Tak hanya broadband plan, Garuda juga menegaskan digital devide harus ada solusi pada masa Covid-19. Dirinya juga memandang bawah saat ini perlu optimalisasi smart city dan teknologi lain harus diberdayakan agar berjalan beriringan dan dapat dirasakan oleh masyarakat. 

“Ujung dari smart city adalah smart nation. Kita harus menggalakkan smart nation karena itu turunan dari smart city dan bagian dari TIK. Infrastruktur sudah siap yaitu transformasi digital, IoT dirasakan bermanfaat untuk CCTV, Cloud digunakan untuk video conference, Big Data harus dimanfaatkan sebesar-besarnya,” ujar Garuda penuh semangat. 

Penguatan dan Optimalisasi TIK 
Ketua Umum APJII, Jamalul Izza mengungkapkan mengenai rencana APJJI terkait infrastruktur memang mengalami perubahan karena Covid-19. Artinya perlu secara cepat untuk optimalisasi palaparing.

“Salah satu plan APJII tahun 2019-2020 berubah saat dalam kondisi Covid-19. Infrastruktur palapa ring perlu didorong supaya bisa dimanfaatkan secara optimal. Bagaimana suatu saat internasional belanja kapasitas bandwidth ke Indonesia, karena pasar Indonesia adalah yang paling bagus,” ungkapnya. 

Sementara itu, Ketua Umum ACCI, Alex Budiyanto menegaskan hal lain yang menjadi konsen mengenai adanya Covid-19 adalah terkait data dan kesiapan infrastruktur. “Di mana yang ditakutkan Ketika Covid-19 berakhir justru dikuasai oleh penyelenggaraan sistem elektronik asing yang melayani masyarakat,” katanya. Alex mengusulkan agar pengelolaan, pemrosesan, dan penyimpan sistem elektronik dan data elektronik di luar wilayah Indoensia wajib memenuhi persyaratan dan persetujuan dari komite terkait.

Rate this article:

https://github.com/igoshev/laravel-captcha

Recent Post

Latest News from Wantiknas