Teknologi AI Menjadi Tren Dunia, Apakah Menggantikan Peran Manusia?

Jakarta - Saat ini dunia berada di era dengan pertumbuhan teknologi yang super cepat. Berbagai tren teknologi hadir, seperti teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelegence (AI). Di Indonesia, tren AI menjadi sebuah peluang besar untuk kemajuan industri AI dan memaksimalkan ekonomi digital di Indonesia. Melihat potensi AI yang begitu besar, maka Dewan TIK Nasional (Wantiknas) sebagai lembaga multi-stakeholder kembali menggelar Diskusi TIK-Talk#15 dengan topik bahasan kecerdasan buatan, kemarin (11/02). 

Dikatakan Anggota Tim Pelaksana Wantiknas, Ashwin Sasongko, diskusi seperti ini merupakan sebuah masukan dan rekomendasi, karena tugas Wantiknas sesuai dengan arahan Presiden. Di samping itu, Ashwin juga menuturkan bahwa AI dapat menjadi salah satu alat teknologi untuk menjalankan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), dirinya juga menyampaikan AI bukan menjadi sebuah ancaman besar terhadap SDM.

"Yang jelas Wantiknas harus melaksanakan arahan Presiden agar SPBE jalan dan disupport oleh AI dan ini bisa menjadi sebuah kolaborasi antara teknologi dengan SDM" tuturnya saat membuka diskusi.

"Tren teknologi AI secara global ini peluang sangat besar bagi industri-industri AI di Indonesia," tambahnya.

Diskusi TIK-Talk#15 yang mengambil tema Embracing AI for the Wider Goods in Indonesia ini juga menghadirkan beberapa pakar di bidangnya, seperti Ketua Indonesia AI Society Lukas, Chief Scientist & Founder Delligence AI Ivan Fanany, dan Co Founder & CTO Nodeflux Faris Rahman.

Hadirnya teknologi AI menjadi sebuah kekhawatiran sendiri. Banyak menilai bahwa ini akan memengaruhi SDM di Indonesia. Kendati demikian, Ketua Indonesia AI Society, Lukas mematahkan persepsi tersebut meski teknologi AI menjadi tren dunia, belum tentu dapat menggantikan SDM sepenuhnya.

"Jadi jangan takut kalau SDM akan digantikan oleh AI. SDM bisa diberikan skill baru yang tidak bisa digantikan dengan mesin," ucapnya.

Senada dengan Lukas, Chief Scientist & Founder Delligence AI, Ivan Fanany menganalogikan antara tukang cuci dan mesin cuci sebagai perumpaan kolaborasi SDM dan mesin. 

"Contoh kita bisa lihat tukang cuci sebagai SDM dan mesin cuci sebagai mesinnya. Artinya SDM harus mengupgrade skill agar tidak bisa digantikan oleh mesin," jelas Ivan.

Menyusul keduanya, Co Founder & CTO Nodeflux, Faris rahman berpendapat tidak semua teknologi sepenuhnya menggantikan manusia. 

"Tidak semuanya bisa diselesaikan oleh AI, tetapi bagaimana AI bisa membantu. Misalnya ketika banjir datang dihadirkan alat pendeteksi solid waste juga adapula cctv," paparnya.

Rate this article:

https://github.com/igoshev/laravel-captcha

Recent Post

Latest News from Wantiknas