Silaturahmi Nasional Wantiknas-Wantikda Ajang Konsolidasi TIK Nasional

Jakarta – Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (Wantiknas) tidak pernah berhenti untuk tetap membangun kemajuan teknologi dalam negeri melalui rekomendasi-rekomendasi teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Kali ini Wantiknas menggelar Silaturahmi Nasional dengan beberapa Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Daerah (Wantikda), Selasa (12/05) melalui konferensi video.

Ketua Tim Pelaksana Wantiknas Ilham Habibie mengatakan ini merupakan kegiatan untuk membahas bagaimana pengalaman penggunaan digital atau TIK dalam kehidupan, karena suatu hal yang sangat fundamental di situasi sekarang. “Kita semua telah merasakan apa artinya secara total menggunakan online dan kita sudah ada pengalaman baik di Jakarta atau Papua dan di manapun betapa mudah atau susahnya kita menggunakan online atau TIK. Saya kira ini perlu saya bahas dalam silaturahmi ini,” katanya saat membuka acara Silaturahmi Nasional.

Sesuai dengan tugasnya dalam Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 2014, Wantiknas secara terus menerus melakukan koordinasi baik pusat dan daerah untuk membuat usulan kebiajakan dalam implementasi TIK. “Tugas Wantiknas di antaranya mencari solusi untuk kita semua, sehingga di lingkungan harus kita sadari dan kita usulkan kebijakan. Akhirnya yang paling penting teknologi yang kita terapkan untuk meningkatkan kualitas hidup dengan inovasi,” ucap Ilham.

Sementara itu, Anggota Tim Pelaksana Wantiknas Garuda Sugardo berpendapat jika setiap daerah memiliki ciri dan khas yang berbeda-beda untuk itulah ia memandang Wantikda ini sangat penting dalam program transformasi digital di daerah pasti akan berbeda namun tetap sesuai dengan tujuan dengan kearifan lokal, yang artinya membangun daerah. “Saya kira Wantikda dapat menggandeng akademisi, professional, bisnis di tempatnya masing-masing untuk membangun kotanya masing-masing,” tukasnya. 

Di sisi lain, Sekretaris Tim Pelaksana Wantiknas, Ismail memberi masukan agar ada program kerja dalam satu tahun dapat dilaksanakan selaras baik Wantiknas dan daerah, sehingga programnya ada tolak ukur dan key performance indicator. Ia juga tak menampik bahwa kata kucinya ialah kolaborasi karena Wantiknas terdiri dari banyak latar belakang dari pusat birokrasi, bisnis, organisasi dan ini menjadi sebuah kekuatan. “Tugas Wantiknas dan Wantikda yang mana menjadi program kerja tahunan yang terstruktur baik pusat dan daerah selama lima tahun. Kata kuncinya adalah yang sifatnya kolaborasi, karena Wantiknas banyak yang memiliki background berbeda artinya dengan memanfaatkan color full dan cara padang berbeda kita memiliki pandangan yang lebih komprehensif,” pungkasnya.

“Memaksimalkan keberagaman sebagai kekuatan sehingga Wantiknas mempunya ciri khas dalam advice masukan karena di dalamnya banyak unsur yang terlibat,” lanjut Ismail.

Kompleksitas Daerah

Dalam silaturahmi tersebut juga, beberapa Wantikda menyampaikan tantangan yang dihadapi saat penggunaan digital di situasi pandemi. Ketua Wantikda Papua, Dommi Carvallo menuturkan masih ada beberapa daerah yang belum terjamah oleh internet secara maksimal, meskipun fiber optik sudah dibangun setidaknya ini menjadi pelajaran yang mana sebelumnya Palapa Ring Timur menjadi icon baru Papua di wilayah timur tetapi belum optimal. 

Senada dengan Papua, Kadis Kominfo, Ambon Joy Reinier mengungkapkan dampak negatif situasi pandemi ialah pengembangan TIK yang belum merata. “Masih terjadi kelemahan-kelemahan, kita punya kota dan kabupaten di Maluku namun infrastruktur telekomunikasi belum maksimal, ketika evaluasi mengalami kendala. Lain lagi dengan adanya satu data Indonesia yang belum terpusat, sehingga berbeda-beda,” ungkapnya. 

Ketua Wantikda Batam, Donal Pangihutan yang turut hadir menegaskan bahwa tujuan TIK jadi bias karena masih memiliki egosektoral, sehingga yang dibutuhkan saat ini ialah NGCIO agar koordinasi dan konsolidasi dapat dilakukan dengan mudah. “Saya sangat mendukung berikutnya NGCIO sehingga koordinasi yang terpusat dan konsolidasi lebih gampang melihat kebutuhannya,” tegas Donal.

“SDM TIK juga perlu menjadi perhatian, meskipun transformasi digital akan jalan, ini akan perlu dukungan SDM TIK yang mumpuni. Harapan kami dari Batam, kalau kita jaga Batam sama dengan kita jaga kedaulan Indonesia,” tambahnya.

Rate this article:

https://github.com/igoshev/laravel-captcha

Recent Post

Latest News from Wantiknas