Ilham Habibie: Diskusi dengan Negara Maju Kesempatan Penting dalam Implementasi Industri 4.0

Jakarta – Era revolusi industri 4.0 masih menjadi salah satu sorotan di Indonesia sejak diluncurkannya peta jalan Making Indonesia 4.0 pada April tahun lalu. Hal tersebut juga tak luput dari Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (Wantiknas). Pada Rabu, (06/03) kemarin Wantiknas dan perwakilan industri dari beberapa sektor yakni, makanan dan minuman, elektronik, kimia, dan tekstil, berdiskusi mengenai Industri dan Edukasi 4.0 dengan CEO Technology Management Group (TMG) Munchen, Jerman, Paul Gromball, melalui teleconference.

Menurut ketua Tim Pelaksana Wantiknas, Ilham Habibie, acara ini merupakan salah satu kesempatan penting untuk mendapatkan masukan mengenai implementasi industri 4.0. “Saya kira diskusi ini sangat bermanfaat ya, karena ini kita dapat masukan dari salah satu pakar di dunia terkait implementasi industri 4.0 dan pendidikan juga tentunya. Dr. Gromball ini orang Jerman, seperti yang kita ketahui negara Jerman yang merupakan negara sangat maju dalam industri secara umum tapi juga dalam hal industri 4.0,” tuturnya.

Lebih lanjut, Ilham juga menjelaskan negara Jerman yang maju dari segi industri yang kemudian dibeberkan contoh-contohnya oleh Dr. Gromball. “Jadi bagaimana negara itu dapat maju dengan adanya beberapa contoh yang diberikan Dr. Gromball yang telah merencanakan dan melaksanakan 4.0 dalam industri ini bisa menjadi contoh bagi Indonesia bagaimana mengimplementasikannya,” terang putra sulung dari Presiden ke-3 Indonesia.

Roadmap 4.0

Dari segi peta jalan, Ilham menambahkan, hal terpenting dari peta jalan tersebut harus disusun sefleksibel mungkin. “Saya kira roadmap masih dalam proses ya, karena teknologi cepat berubah. Maka, yang paling penting dari roadmap itu harus dibuat sefleksibel mungkin. Sehingga jika ada teknlogi baru kita jangan terpaku pada satu hal yang telah diputuskan, tapi mungkin tidak lagi sesuai dengan apa yang diperlukan masa kini,” jelasnya.

“Dan yang penting dari diskusi yang kita bahas tadi adalah kita bukan memutuskan bersama teknologi apa yang akan kita rangkul, tapi sebetulnya lebih pada kemampuan implementasi untuk beradaptasi kepada inovasi yang diperlukan. Jadi kemampuan itu yang penting, serta sistem dan orangnya juga penting,” tambahnya.

Dalam implementasi industri 4.0, anggota Tim Pelaksana Wantiknas, Garuda Sugardo, menambahkan bahwa perlunya menjaga kearifan lokal, meskipun pengetahuan secara global namun tetap implementasinya dengan ciri khas negara sendiri. “Think globally act locally,” tegas pria yang pernah menjabat sebagai Direksi Telkomsel.

Rate this article:

https://github.com/igoshev/laravel-captcha

Recent Post

Latest News from Wantiknas