24 July 2017
Ketua Tim Pelaksana Dewan TIK Nasional,Ilham Akbar Habibie, bersama Ketua KPTIK, Dedi Yudiant, saat sosialisasi program Indonesia Guncang Dunia (IGD) 2017, di Jakarta, Jumat, 17 Februari 2017. (Beritasatu.com/Feriawan Hidayat)
Ketua Tim Pelaksana Dewan TIK Nasional,Ilham Akbar Habibie, bersama Ketua KPTIK, Dedi Yudiant, saat sosialisasi program Indonesia Guncang Dunia (IGD) 2017, di Jakarta, Jumat, 17 Februari 2017. (Beritasatu.com/Feriawan Hidayat)

Pacu Prestasi Siswa SMK, KPTIK Gelar Kompetisi IGD 2017

Jakarta – Untuk menyebarkan semangat internet baik pada generasi muda, tentunya bisa dilakukan dengan banyak cara. Selain itu, untuk mendorong kesadaran untuk menggunakan internet dengan baik, tentunya bukan hanya tugas pemerintah semata. Diperlukan juga kerjasama semua pihak mulai komunitas, perusahaan teknologi, sekolah, siswa dan pihak lainnya.

Salah satu pendekatan tersebut, digagas oleh Komite Penyelarasan Teknologi Informasi dan Komunikasi (KPTIK) dan Cyberhome, melalui program Indonesia Guncang Dunia (IGD) 2017.

“IGD merupakan kompetisi untuk meningkatkan kemampuan dan kreativitas siswa SMK dan komunitas TIK dalam membuat materi sosialisasi, promosi, dan publikasi dalam bidang pemasaran digital,” kata Ketua KPTIK, Ir Dedi Yudiant, saat sosialisasi IGD 2017, di Jakarta, Jumat (17/2).

Menurut Dedi, sumber daya manusia (SDM) Indonesia di sektor TIK masih sangat lemah dan tertinggal dibanding negara lainnya.

“Jangankan bicara programer, pengenalan soal TI masih jauh sekali. Sebagai SDM paling besar, kita perlu menyasar siswa SMK. Untuk itu, kita mulai coba membangkitkan kesadaran internet positif melalui mereka,” tambahnya.

IGD sendiri terdiri dari tiga kompetisi yaitu, kompetisi blog, promosi online dan vlog. Selain memperebutkan hadiah dengan total Rp 350 juta, juara favorit kompetisi ini rencananya akan dikirim ke Silicon Valley, Amerika Serikat (AS).

“Temanya akan bicara soal tren cyber home yang berbeda dengan smart home. Cyber home itu untuk tinggal, bekerja, rekreasi dan lain-lain. Kata kunci kompetisi ini adalah belajar, bekerja, berbisnis, dan rekreasi itu sudah bisa dilakukan dari rumah,” ujar Dedi.

Sementara itu, Ketua Tim Pelaksana Dewan TIK Nasional sekaligus salah satu dewan juri IGD 2017, Ilham Akbar Habibie, menyatakan, pihaknya sangat mendukung kegiatan yang positif tersebut. Ilham juga menyatakan kesediaannya bekerja sama dengan komunitas TIK yang tergabung dalam KPTIK untuk membuat pertemuan bulanan dan berdiskusi mengenai perkembangan TIK lewat Warkoptiknas atau Warung Kopi TIK Nasional.

“Kami harus selalu tahu dan update situasi industri TIK nasional sehingga perlu saling berkoordinasi dan berdiskusi secara informal dengan teman-teman ahli TIK. Tujuannya, agar selalu mendapat informasi terbaru terutama soal tren ekonomi yang berkaitan juga dengan teknologi,” ujar putra pertama mantan Presiden RI ke-3 BJ Habibie ini.

Kompetisi IGD 2017 rencananya akan dimulai pada 1 Maret 2017 hingga 24 Mei 2017. Sedangkan untuk penjurian, akan dilaksanakan setelah 24 Mei 2017.

Feriawan Hidayat/FER

Sumber berita: BeritaSatu.com