16 July 2019
Tim Pelaksana Wantiknas saat menguncukngi kampus ITB Bandung untuk rapat koordiansi dengan Rektor ITB selaku anggota Tim Penasihat Wantiknas. (3/2/2017)

Guna Mendapatkan Masukan dan Arahan, Wantiknas Menemui Rektor ITB

Jumat 3 Februari lalu, Kadarsah Suryad, Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) menerima Garuda Sugardo dan Ashwin Sasongko, anggota Tim Pelaksana Wantiknas saat berkunjung ke kampus ITB. Kali ini rektor ITB menemui Wantiknas selaku anggota Tim Penasihat Wantiknas.

Dalam sambutannya sebagai anggota Tim Penasihat Wantiknas, Kadarsah juga menyampaikan penting pembinaan sumber daya manusia (SDM) agar tujuan kemajuan TIK untuk mempermudah rakyat, bisa tepat sasaran.

“Perlu diadakan pelatihan terutama di daerah-daerah dalam membina dan menciptakan sumber daya manusia agar mampu meningkatkan daya saing di era digital saat ini”, tutur Kadarsah yang juga didampingi oleh Wakil Rektor dalam sambutannya.

Rapat koordinasi Tim Pelaksana dengan Tim Penasihat Wantiknas ditujukan untuk mendapatkan masukan dan arahan dalam rangka meningkatkan serta memperkuat posisi Wantiknas untuk memberikan arah strategis TIK nasional.

“Kami merasa perlunya peningkatan lulusan perguruan tinggi dari teknik untuk mendukung pemerintahan. Kami juga berharap agar perguruan tinggi dan pemerintah daerah mensupport fungsi dan tugas Wantiknas”, Eddy Satria dari Kemenkoperekonomian menjelaskan.

Akselerasi dalam berkolaborasi antar sektor (Pemerintah, Swasta dan Komunitas), sangat dibutuhkan oleh Wantiknas agar dunia TIK di Indonesia bisa berjalan selaras dengan cita-cita pembangunan bangsa. Salah satunya yaitu adanya konsep smart city yang masih membutuhkan banyak dukungan dan partisipasi aktif masyarakat dan pemerintah.

Smart city bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Untuk itu saya mengusulkan agar di ITB ada sebuah group yang mengkaji smart city untuk wilayah Jawa Barat”, ujar Garuda Sugardo.

“Bisa dimulai dengan menggelar smart city dalam kampus ITB, boleh disebut dengan istilah smart campus”, lanjut Garuda menambahkan usulannya.

Berbicara mengenai smart city atau smart campus di Bandung, ITB mengklaim bahwa pihaknya sudah bergerak dan berharap agar mendapat kesempatan untuk berkontribusi meningkatkan daya saing lokal.

“ITB menjadi pelopor dalam Smart City Index dan bekerja sama dengan Kompas. Kami juga sudah mengembangkan e-learning 700 mata kuliah secara online dan bisa diakses melalui telepon genggam”, ujar Bambang Riyanto, Wakil Rektor ITB menjelaskan kepada forum.

“Meskipun ITB juga akan bekerja sama dengan kampus lain seperti TEL-U, UI, UNHAS dalam sektor industri IT seperti smart phone 4G LTE, radar cuaca dan smart card, namun kami berharap agar diberikan kesempatan yang lebih luas lagi untuk berkontribusi meningkatkan produk lokal”, demikian Bambang menambahkan. (sb/fs).