19 March 2019
Marketplace vs Marketspace

Tahukah kamu, apa itu Marketspace dan Marketplace?

Berkembangnya teknologi memberikan banyak kemudahan bagi semua orang. Segala hal bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja. Teknologi internet memang memanjakan semua orang karena semua bisa dilakukan secara real time, termasuk urusan berbelanja. Bagi mereka yang sibuk dengan rutinitas bekerja ataupun sibuk dengan kegiatan lain dan tidak sempat datang ke pusat perbelanjaan, sekarang bisa dengan mudah dilakukan melalui internet.

Perdagangan menggunakan layanan internet ini disebut dengan e-Commerce. Ada dua jenis perdagangan di dalam e-Commerce,  marketspace dan marketplace. Lalu, dimanakah letak perbedaannya?

Marketspace adalah sebuah toko yang menyediakan barang grosir maupun eceran untuk dijual kepada pembeli melalui perantara internet atau sebuah toko yang dioperasikan secara virtual atau akrab disebut dengan online shop. Marketspace hanya memfasilitasi perdagangan dua arah, yaitu penjual dan pembeli. Konsep kerja dari marketspace adalah untuk menyediakan barang yang diproduksi oleh penjual untuk pembeli. Contoh situs e-Commerce seperti ini antara lain seperti hijup.com, wardahbeauty.com dan lain-lain.

Sedangkan Marketplace adalah suatu tempat dimana banyak penjual berkumpul untuk menjual berbagai macam barang produksi yang difasilitasi dengan jaringan internet. Jika dianalogikan, marketplace adalah sebuah pasar yang memfasilitasi banyak pedagang dan pembeli untuk melakukan transaksi penjualan. Marketplace merupakan sebuah tren bisnis e-Commerce dimana mengajak beberapa pelaku usaha untuk berjualan dalam sebuah website, sehingga banyak pembeli bisa memilih barang yang mereka cari dari berbagai macam toko melalui browser atau juga aplikasi mobile. Contoh marketplace yang laris dikunjungi di Indonesia adalah Tokopedia, Bukalapak, Blanja.com dan masih banyak lagi yang lainnya.

Di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo, sektor bisnis berbasis teknologi ini mendapat perhatian besar. Untuk mempermudah pelaku e-Commerce, Presiden  yang akrab dipanggil Jokowi merilis kebijakan ekonomi jilid XIV pada bulan november ini.

Melalui kebijakan ini ditetapkan delapan aspek road map e-Commerce, antara lain pendanaan, perpajakan, perlindungan konsumen, pendidikan dan SDM, logistik, infrastruktur komunikasi, keamanan siber serta pembentukan manajemen pelaksana. Ayo tunggu apalagi, mari majukan ekosistem e-Commerce tanah air dengan menjual dan membeli produk Indonesia melalui e-Commerce. (ara/sb/fs)